Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus mengingatkan Said Didu agar tidak asal melontarkan tuduhan terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ramses menilai tuduhan yang menyebut adanya laporan “asal bapak senang” atau ABS dalam kinerja BGN merupakan pernyataan yang tidak berdasar.
Menurut Ramses, sebagai mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu seharusnya memahami bagaimana mekanisme birokrasi dan sistem pelaporan dalam lembaga pemerintahan berjalan. Ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah, termasuk yang dijalankan oleh BGN, memiliki mekanisme pengawasan dan evaluasi yang jelas.
“Kami mengingatkan agar Saudara Said Didu tidak asal bicara terkait kinerja Kepala BGN. Kritik boleh saja, tetapi harus disertai fakta dan data yang jelas,” ujar Ramses dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Ramses menilai kritik memang merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara objektif dan didukung oleh data yang valid. Tuduhan tanpa dasar yang kuat justru dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap program-program pemerintah yang sedang berjalan.
Ia menambahkan bahwa di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana, BGN telah bekerja secara maksimal untuk menjalankan berbagai program pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Upaya tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Menurut Ramses, program-program yang dijalankan BGN juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan gizi dan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang baik.
“Kerja keras yang dilakukan oleh Prof. Dadan Hindayana perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak,” tambahnya.
Ramses juga menegaskan bahwa Antartika sebagai lembaga yang peduli terhadap isu sosial dan pembangunan sumber daya manusia akan terus mengawal berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak dapat memberikan kritik yang konstruktif serta mendukung upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia, sehingga generasi masa depan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Agus