Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., menyatakan bahwa dimulainya proyek hilirisasi yang mencakup sektor energi, mineral, hingga ketahanan pangan menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.
Proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Menurut Ramses, terdapat enam proyek hilirisasi yang akan segera dijalankan. Dari keseluruhan proyek tersebut, diperkirakan akan membuka sekitar 3.000 lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Proyek hilirisasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di sekitar lokasi proyek,” ungkap Ramses Sitorus dalam siaran persnya, Senin (9/2/2026).
Selain menciptakan lapangan pekerjaan, Ramses menyatakan, proyek ini juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui pengembangan sektor pangan yang terintegrasi, pasokan pangan dalam negeri dapat terjaga dan ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi.\
Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, turut memberikan pernyataan terkait program hilirisasi tersebut. Ia mengatakan bahwa program ini memberikan return yang sangat baik, terutama dari sisi penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan nilai tambah ekonomi.
Rosan Roeslani menilai bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, dampak positif dari proyek ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi juga oleh masyarakat luas dan perekonomian nasional secara keseluruhan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai sektor dalam proyek ini akan memperkuat ekosistem industri nasional.
“Sinergi antara sektor energi, mineral, dan pangan diyakini mampu menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing,” jelas Ceo Danantara Rosan Roeslani saat dimintai keterangan awak media.
Sebagai tanda dimulainya proyek hilirisasi tersebut, dilakukan prosesi peletakan batu pertama pada Jumat (6/2/2026). Acara ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung percepatan pembangunan industri hilir di Indonesia.
Ketum Antartika berharap proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan. Agus