Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Korupsi dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus menyatakan dukungan terhadap gagasan pembangunan rumah susun (rusun) oleh Danantara di Meikarta.
Menurutnya, penempatan hunian vertikal di pusat industri akan memberikan solusi praktis bagi pekerja pabrik dan industri di Cikarang yang saat ini masih menghadapi kendala akses dan biaya transportasi tinggi.
“Kami sangat mendukung pembangunan rusun di kawasan Meikarta, ini merupakan salah satu program prioritas utama pemerintah Prabowo – Gibran,” ujar Ramses Sitorus dalam pernyataannya, Senin (9/3/2026).
Menurut Ramses, proyek yang dirancang untuk menampung 141.000 unit pada lahan seluas 30 hektare itu diproyeksikan mampu memangkas backlog hunian signifikan, terutama untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah.
Skema hibah tanah antara pemerintah dan pengembang disebutkan menjadi salah satu faktor kunci yang memungkinkan harga terjangkau dan realisasi unit secara masif.
Ceo Danantara, Rosan Roeslani mengemukakan bahwa rusun ini akan mengusung konsep terpadu dengan fasilitas pendukung seperti area komersial, pusat layanan kesehatan, ruang terbuka hijau, serta konektivitas transportasi yang terintegrasi ke kawasan industri.
Pihak pengembang menargetkan penyelesaian tahap awal proyek pada 2028, dengan pelaksanaan konstruksi bertahap agar unit pertama dapat segera ditempati. Tahapan ini meliputi pembangunan infrastruktur dasar, utilitas, serta menara menempati lahan secara efisien untuk mencapai kapasitas besar dalam waktu relatif singkat.
“Kami menyambut baik inisiatif pembangunan rusun ini, dan berharap benar-benar berfungsi sebagai hunian layak bagi MBR,” tambahnya.
Lebih lanjut Ramses menegaskan, dukungan pemerintah daerah, investor, dan lembaga pembiayaan dinilai krusial untuk memuluskan realisasi proyek skala besar ini.
Regulasi yang jelas terkait skema hibah tanah, insentif fiskal, dan mekanisme penempatan penghuni akan menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan dan keberlanjutan rusun.
Apabila berjalan sesuai rencana, rusun Meikarta yang digagas Danantara dapat menjadi contoh model hunian vertikal terjangkau yang terintegrasi dengan pusat industri di wilayah lain.
Keberhasilan proyek ini diharapkan tidak hanya mengurangi backlog, tetapi juga mendorong transformasi pengembangan perumahan massal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani menegaskan, pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta merupakan tonggak baru program perumahan nasional. Proyek yang ditargetkan mencapai 140 ribu unit itu menjadi langkah bersejarah dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menurut Rosan, proyek Meikarta bukan sekadar pembangunan hunian, tetapi juga bagian dari upaya besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah acara yang sangat bersejarah dan luar biasa dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pembangunan perumahan di Indonesia,” ujar Rosan Roeslani pada acara groundbreaking pembangunan rusun subsidi Meikarta di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).
Menurut Rosan, pembangunan 140 ribu unit rusun subsidi dalam satu kawasan merupakan langkah besar yang jarang terjadi dalam satu proyek. Proyek Meikarta akan memberikan dampak ekonomi yang luas, dari penciptaan lapangan kerja hingga penggerak aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
“Kalau kita bayangkan, 140 ribu unit itu jumlah yang sangat besar. Multiplier effect-nya juga luar biasa, baik dari penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, maupun peningkatan aktivitas ekonomi,” tutur dia. Agus