Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus menilai pengakuan yang disampaikan oleh Rismon Sianipar terkait keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik. Menurut Ramses, pernyataan tersebut penting untuk meluruskan polemik yang sempat berkembang luas di tengah masyarakat.
“Langkah Rismon yang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik serta kepada Jokowi dan keluarganya patut diapresiasi. Ia menilai sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran untuk memperbaiki informasi yang sebelumnya telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik,” ujar Ramses Sitorus, Senin (14/3/2026).
Menurutnya, polemik mengenai ijazah Jokowi selama ini telah menimbulkan perdebatan yang tidak sehat di tengah masyarakat. Berbagai spekulasi dan tuduhan yang beredar, terutama di media sosial, dinilai telah memicu kebingungan publik dan memperkeruh suasana politik nasional.
Ramses menegaskan bahwa klarifikasi yang disampaikan Rismon seharusnya menjadi titik akhir dari perdebatan panjang mengenai isu tersebut. Ia berharap masyarakat dapat kembali fokus pada isu-isu yang lebih konstruktif bagi pembangunan bangsa.
“Kami minta kepada Roy Suryo cs yang selama ini terus menggulirkan isu tersebut untuk menghentikan penyebaran informasi yang dinilai tidak berdasar. Apabila polemik terus dipelihara hanya akan memperpanjang kegaduhan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ia menilai bahwa isu ijazah Jokowi yang terus diangkat ke ruang publik telah membuat situasi menjadi heboh di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, Ramses berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak lagi memanfaatkan isu tersebut untuk kepentingan tertentu.
Ramses juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan tokoh publik. Ia menekankan pentingnya verifikasi informasi agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu kebenarannya.
Di akhir pernyataannya, Ramses berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi di ruang publik. Menurutnya, menjaga etika komunikasi dan kejujuran merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat di Indonesia. Agus