Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita atau Kelompok B3 menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini.
“Kelompok B3 merupakan kelompok yang sangat krusial karena berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fase ini dikenal sebagai masa emas pertumbuhan dan perkembangan manusia yang tidak dapat ditunda maupun diulang di kemudian hari,” ungkap Ramses Sitorus kepada awak media di Dapur SPPG Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (27/12/2025).
Ramses menjelaskan, bahwa kecukupan gizi pada masa 1.000 HPK berpengaruh langsung terhadap perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta daya tahan tubuh anak. Apabila kebutuhan gizi pada fase ini tidak terpenuhi dengan baik, dampaknya dapat bersifat jangka panjang hingga usia dewasa.
Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa fokus pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan bagian dari strategi nasional untuk menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya. Program MBG dirancang agar intervensi gizi dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi kelompok paling rentan.
Ramses menilai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi generasi masa depan. Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap gizi ibu juga sangat penting karena kondisi kesehatan ibu akan sangat memengaruhi tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
“Dengan menjadikan Kelompok B3 sebagai prioritas utama dalam program MBG, dirinya berharap angka stunting dan permasalahan gizi kronis di Indonesia dapat terus menurun,” tutupnya.
Diakhir pernyataannya, Ramses optimistis bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan menghasilkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. Agus