Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., menyatakan dukungannya terhadap langkah Danantara dalam menyiapkan pembentukan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen strategis negara untuk mengoptimalkan pengelolaan komoditas tanah jarang atau rare earth nasional. Inisiatif ini dinilai penting untuk memperkuat kedaulatan sumber daya alam sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
“Komoditas tanah jarang merupakan mineral strategis yang memiliki peran krusial dalam pengembangan teknologi modern, mulai dari industri kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga perangkat elektronik dan pertahanan,” ungkap Ramses Sitorus, Rabu (4/2/2026).
Ramses menjelaskan bahwa Perminas dirancang dengan konsep serupa holding dan perusahaan pertambangan mineral nasional, sehingga diharapkan mampu mengoordinasikan seluruh rantai bisnis mineral tanah jarang, mulai dari eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga hilirisasi. Model ini diyakini dapat mencegah fragmentasi pengelolaan dan meningkatkan efisiensi serta transparansi.
Ketum Antartika menilai kehadiran Perminas juga dapat menjadi alat strategis pemerintah dalam mengendalikan cadangan mineral kritis nasional. Dengan tata kelola yang profesional dan akuntabel, Perminas diharapkan mampu menjadi pemain utama yang menjaga kepentingan nasional di tengah meningkatnya persaingan global atas komoditas rare earth.
Selain itu, pembentukan Perminas dinilai dapat mendorong percepatan hilirisasi industri mineral dalam negeri. Ketum Antartika menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pengekspor bahan mentah, melainkan harus mampu mengolah dan memanfaatkan mineral strategis tersebut untuk mendukung industri nasional.
Ketum Antartika juga mendorong Danantara agar melibatkan sumber daya manusia yang kompeten serta menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dalam pembentukan dan pengelolaan Perminas. Hal ini penting agar perusahaan tersebut memiliki daya saing tinggi dan mampu menarik kepercayaan mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi antar pemangku kepentingan, Ketum Antartika optimistis Perminas dapat menjadi pilar penting dalam pengelolaan mineral strategis nasional. Ia berharap langkah ini mampu memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta memastikan pemanfaatan komoditas tanah jarang benar-benar sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Agus