Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus meminta masyarakat untuk tidak terhasut akan narasi yang menyesatkan serta menyebarkan hoaks terkait anggaran program MBG.
Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di sejumlah platform media sosial mengenai pembengkakan anggaran tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh narasi yang tidak benar. Kami terbuka untuk klarifikasi dan siap memberikan data yang diperlukan,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Ramses, program MBG telah dirancang dengan perhitungan yang transparan dan terukur. Ia menjelaskan bahwa biaya menu MBG berada pada kisaran Rp8.000 untuk tingkat Paud hingga SD kelas 3, sedangkan Kelas 4 SD hingga SMA sederajat Rp10.000 per porsi.
Selain biaya per porsi, Ramses memaparkan adanya komponen anggaran lain yang juga perlu dipahami masyarakat. Untuk biaya sewa lahan, pembangunan dapur, serta pengadaan peralatan, dialokasikan sekitar Rp2.000 per porsi. Komponen ini merupakan investasi penunjang agar proses produksi makanan berjalan higienis dan sesuai standar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa biaya operasional sebesar Rp3.000 per porsi diperuntukkan bagi kebutuhan pendukung kegiatan harian. Biaya tersebut mencakup gaji relawan, pembayaran listrik, pembelian bahan bakar, serta kebutuhan operasional lainnya.
“Kesalahpahaman muncul karena adanya informasi yang dipotong secara tidak utuh dan tidak disertai penjelasan detail mengenai struktur anggaran. Hal inilah yang kemudian memicu spekulasi dan narasi negatif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ramses menegaskan bahwa transparansi menjadi komitmen utama lembaganya yang menaungi beberapa dapur SPPG dalam menjalankan program MBG. Seluruh rincian anggaran, kata dia, dapat dipertanggungjawabkan dan telah melalui proses perencanaan yang matang demi memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Ramses juga mengimbau media massa untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara berimbang dan profesional. Ia berharap insan pers tidak serta-merta menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, apalagi jika berpotensi menimbulkan keresahan publik.
“Kami minta kepada teman-teman media untuk menyajikan berita yang sesuai data, jangan malah menambah keresahan masyarakat yang tidak mengetahui terkait MBG,” sambungnya.
Di akhir pernyataannya, Ramses kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program MBG. Ia menekankan bahwa kolaborasi dan penyampaian informasi yang akurat sangat penting agar tujuan program dapat tercapai tanpa terganggu oleh kabar bohong maupun isu yang menyesatkan. Agus