
Bekasi, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, mengecam keras tindakan premanisme yang terjadi di Pasar Bekasi, Jawa Barat. Aksi para oknum preman yang diduga memalak pedagang kaki lima, khususnya para penjual sembako, dinilai sangat merugikan dan mencederai semangat ekonomi kerakyatan yang sedang dibangun oleh pemerintah.
Dalam pernyataannya, Ramses menyebut bahwa praktik pemalakan ini merupakan bentuk kejahatan sosial yang tidak bisa dibiarkan terus terjadi. “Kami di ANTARTIKA menerima banyak informasi dari masyarakat dan media, khususnya pedagang kecil yang harus membayar ‘uang keamanan’ kepada oknum tidak bertanggung jawab. Ini adalah bentuk pemerasan yang meresahkan dan menindas rakyat kecil,” tegas Ramses.
Ramses mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Kapolda Jawa Barat Tangkap Pelaku dan segera turun tangan menindak tegas segala bentuk premanisme di wilayah pasar dan pusat-pusat ekonomi rakyat serta sekitar nya. “Kami percaya pada komitmen Pak Dedi Mulyadi sebagai Gubernur yang pro rakyat, dan juga pada ketegasan Kapolda Jabar. Sudah saatnya Jawa Barat bersih dari praktik liar seperti ini. Jangan biarkan pedagang kecil menjadi korban terus menerus,” katanya.
Menurut Ramses, keberadaan preman di pasar tidak hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga membuat suasana usaha menjadi tidak kondusif dan menciptakan ketakutan di kalangan pedagang. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan visi pemerintah dalam memberdayakan UMKM dan pedagang tradisional untuk menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
“Premanisme adalah musuh bersama. Kalau dibiarkan, akan menciptakan budaya takut dan ketidakpercayaan kepada aparat. Kami dari ANTARTIKA siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk mengedukasi masyarakat, serta membantu melaporkan dan memberantas praktik premanisme ini sampai ke akar-akarnya,” tegas Ramses.
Sebagai penutup, Ramses meminta masyarakat untuk tidak takut melapor dan mengajak seluruh elemen sosial di Jawa Barat untuk bersatu melawan premanisme. “Ini bukan sekadar tugas polisi atau pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga pasar sebagai ruang ekonomi rakyat, bukan lahan preman cari makan,” ujarnya. (Red)