Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., menyatakan dukungannya terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto yang membuka opsi untuk keluar dari Board of Peace apabila lembaga tersebut dinilai tidak mampu mewujudkan tujuan utama yang selama ini diperjuangkan, yakni kemerdekaan Palestina. Sikap tegas tersebut dinilai mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membela perjuangan rakyat Palestina.
Ramses mengatakan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus komitmen historis bangsa Indonesia. Oleh karena itu, keterlibatan Indonesia dalam forum atau lembaga internasional harus sejalan dengan nilai keadilan dan kemanusiaan yang diperjuangkan sejak lama.
“Ketika sebuah lembaga internasional tidak lagi efektif dan hanya menjadi simbol tanpa hasil nyata, maka wajar jika Presiden membuka opsi untuk mengevaluasi bahkan menarik diri,” ujar Ramses Sitorus dalam pernyataannya kepada media, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, pernyataan Presiden Prabowo tersebut menunjukkan kepemimpinan yang berani dan berpihak pada prinsip, bukan sekadar kepentingan diplomasi simbolik. Menurutnya, Indonesia harus tetap berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina untuk merdeka dan berdaulat.
Sikap Presiden Prabowo tersebut disampaikan saat bertemu dengan para ulama dari Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Menteri Agama. Dalam pertemuan itu, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam terhadap ketidakadilan yang terus dialami rakyat Palestina.
Ketum Antartika menilai pertemuan dengan para tokoh ulama tersebut memiliki makna penting, karena menunjukkan adanya kesamaan pandangan antara pemerintah dan para pemuka agama dalam menyikapi isu Palestina. Dukungan moral dan spiritual dari para ulama dinilai memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Menurut Ramses, langkah evaluatif terhadap Board of Peace juga menjadi pesan tegas kepada komunitas internasional agar tidak setengah hati dalam memperjuangkan perdamaian yang adil. Perdamaian, kata dia, tidak akan pernah terwujud tanpa adanya keadilan dan pengakuan terhadap hak kemerdekaan Palestina.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk terus menjaga solidaritas dan kepedulian terhadap perjuangan Palestina. Dukungan publik dinilai penting agar pemerintah memiliki legitimasi kuat dalam mengambil langkah-langkah strategis di kancah global.
Di akhir pernyataannya, Ahmad Fadli menegaskan bahwa Antartika berdiri tegak mendukung kebijakan Presiden Prabowo yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Indonesia harus konsisten, berani bersuara, dan bertindak nyata demi kemerdekaan Palestina,” pungkasnya. Agus