Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyatakan dukungannya terhadap langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mendorong para santri untuk menguasai kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotik. Menurut Ramses, dorongan tersebut merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman.
Pernyataan itu disampaikan Wapres Gibran saat meninjau pelatihan teknologi di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi kalangan santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri modern.
Ramses menegaskan bahwa santri tidak boleh tertinggal dalam penguasaan teknologi. Ia menilai bahwa pendidikan pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral dan spiritual.
“Santri harus menguasai teknologi modern seperti AI dan robotika untuk menciptakan SDM unggul yang berakhlak mulia. Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter,” ujar Ramses dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, santri yang melek digital dapat berperan sebagai penjaga akhlak dan pembimbing moral dalam pemanfaatan teknologi. Menurutnya, penguasaan AI dan robotik tidak boleh lepas dari nilai kemanusiaan, sehingga inovasi yang dihasilkan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Selain itu, Ramses menilai pembelajaran AI dan robotika dapat mengasah pola pikir komputasional dan kemampuan problem-solving para santri. Keterampilan tersebut sangat penting dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pesantren harus diperkuat agar pelatihan teknologi dapat menjangkau lebih banyak santri di berbagai daerah.
“Dengan dukungan infrastruktur dan kurikulum yang tepat, pesantren diyakini mampu menjadi pusat pengembangan talenta digital berbasis nilai keislaman,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Ramses berharap inisiatif yang didorong Wapres Gibran dapat menjadi gerakan nasional dalam mencetak generasi santri yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.
Dengan penguasaan teknologi modern serta landasan akhlak yang kuat, santri Indonesia diyakini mampu bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati diri. Agus