Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., menilai pengungkapan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan pejabat Bea dan Cukai terkait praktik pengkondisian jalur merah merupakan momentum penting bagi Kementerian Keuangan untuk melakukan reformasi menyeluruh. Kasus ini dinilai membuka fakta adanya persoalan serius dalam tata kelola dan pengawasan di institusi tersebut.
Menurut Ketum Antartika, praktik pengkondisian jalur merah yang diduga dilakukan oknum pejabat tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap aparat penegak aturan di bidang kepabeanan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang tidak dapat ditoleransi.
Ia menyebut bahwa terbongkarnya kasus ini harus dijadikan pintu masuk bagi Menteri Keuangan untuk melakukan pembenahan total terhadap institusi di bawah naungannya, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Reformasi dinilai tidak cukup hanya dengan penindakan individu, tetapi harus menyentuh sistem dan budaya kerja.
“Kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh, bukan sekadar menyelesaikan satu perkara. Reformasi total mutlak diperlukan agar praktik serupa tidak terus berulang,” ujar Ketum Antartika dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan internal dan transparansi dalam seluruh proses pelayanan kepabeanan. Menurutnya, celah birokrasi dan lemahnya pengawasan kerap dimanfaatkan oknum untuk melakukan praktik koruptif.
Ketum Antartika juga mendorong pemanfaatan teknologi secara maksimal dalam sistem kepabeanan. Digitalisasi dan otomatisasi dinilai dapat meminimalkan interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan praktik suap maupun pengkondisian jalur pemeriksaan.
Selain itu, ia meminta agar Kementerian Keuangan berani melakukan rotasi dan evaluasi terhadap pejabat-pejabat strategis. Langkah ini dianggap penting untuk memutus mata rantai praktik lama yang berpotensi merusak integritas institusi.
Ia juga mengapresiasi langkah aparat penegak hukum yang telah mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas dan transparan akan memberikan efek jera sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa negara serius memberantas korupsi.
Ketum Antartika berharap Menteri Keuangan dapat menjadikan kasus ini sebagai titik awal reformasi kelembagaan yang lebih mendalam. Reformasi tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik serta menciptakan sistem Bea dan Cukai yang bersih, profesional, dan berintegritas.
Ke depan, ia menegaskan bahwa keberhasilan reformasi di tubuh Bea dan Cukai akan menjadi tolok ukur komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Masyarakat pun diharapkan turut mengawasi agar proses reformasi berjalan konsisten dan berkelanjutan. Agus