Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat. Modus ini dilakukan dengan menggunakan nama serta foto profil yang menyerupai atribut kejaksaan untuk meyakinkan korban.
Ramses mengungkapkan bahwa pelaku penipuan biasanya menghubungi masyarakat secara langsung melalui pesan pribadi. Mereka kerap meminta sejumlah uang, bantuan tertentu, bahkan data pribadi dengan dalih kepentingan dinas atau bantuan sosial.
“Penggunaan identitas palsu yang mencatut institusi resmi seperti kejaksaan merupakan bentuk kejahatan serius yang dapat merugikan masyarakat luas. Pejabat negara tidak akan pernah meminta uang atau data pribadi melalui pesan instan tanpa prosedur resmi,” jelas Ramses Sitorus, Selasa (17/3/2026).
Ramses menilai masyarakat perlu memahami ciri-ciri penipuan digital, seperti penggunaan bahasa yang mendesak, permintaan transfer dana secara cepat, hingga permintaan data sensitif seperti nomor rekening atau identitas pribadi. Hal-hal tersebut harus menjadi tanda peringatan untuk tidak langsung percaya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh foto profil atau nama yang terlihat meyakinkan. Pelaku saat ini semakin canggih dengan meniru identitas pejabat, termasuk menggunakan atribut resmi agar tampak kredibel di mata korban.
“Segera melakukan verifikasi apabila menerima pesan mencurigakan. Ia menyarankan agar masyarakat menghubungi langsung instansi terkait melalui saluran resmi guna memastikan kebenaran informasi tersebut,” tambahnya.
Ramses juga mendorong aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku penipuan digital yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, penindakan yang cepat dan tegas sangat penting untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi masyarakat dari kejahatan serupa.
Di akhir pernyataannya, Ramses kembali menekankan pentingnya kewaspadaan di era digital saat ini. Ia mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, demi menghindari menjadi korban penipuan melalui WhatsApp maupun platform digital lainnya. Agus