Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus mendukung kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang tidak memaksakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk selalu menyediakan susu dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Langkah yang diambil Prof. Dadan menunjukkan fleksibilitas dan pemahaman yang baik terhadap kondisi di lapangan. Sebab, tidak semua daerah memiliki akses yang sama terhadap susu segar maupun produk olahannya, sehingga pemaksaan justru berpotensi menurunkan kualitas pelaksanaan program MBG,” ungkap Ramses Sitorus saat meninjau kesiapan launching dapur SPPG Antartika Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (9/1/2026).
Ramses menilai, keputusan Dadan Hindayana yang meminta SPPG untuk mengutamakan produk segar lokal sebagai langkah strategis. Produk segar dinilai lebih mudah diperoleh, lebih terjangkau, serta dapat mendukung perekonomian petani dan pelaku usaha pangan lokal di berbagai daerah.
Ramses juga mengapresiasi arahan Kepala BGN yang membuka opsi penggantian susu dengan menu lain yang tetap kaya akan kalsium.
“Alternatif tersebut dinilai penting agar kebutuhan gizi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, tetap terpenuhi tanpa harus bergantung pada satu jenis bahan pangan,” tambahnya.
Kebijakan ini juga dianggap sejalan dengan prinsip keberagaman pangan dan kearifan lokal. Setiap daerah memiliki sumber pangan unggulan yang dapat diolah menjadi menu bergizi seimbang, termasuk bahan-bahan yang mengandung kalsium tinggi seperti ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.
Ramses menambahkan bahwa pendekatan yang adaptif seperti ini akan memudahkan SPPG dalam menjalankan program MBG secara berkelanjutan. Dengan demikian, tujuan utama program untuk meningkatkan status gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal tanpa membebani pelaksana di lapangan.
Menutup pernyataannya, Ketum Antartika berharap Badan Gizi Nasional terus mengedepankan kebijakan yang realistis, berbasis kebutuhan daerah, dan mengutamakan kualitas gizi. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan MBG agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan masa depan generasi Indonesia. Agus