Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus mengapresiasi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang secara terbuka dan kesatria menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas terjadinya sejumlah kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepemimpinan yang patut dicontoh oleh pejabat publik.
“Keberanian Prof. Dadan untuk mengakui adanya kekurangan dalam implementasi program MBG menunjukkan komitmen BGN dalam mengedepankan keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat utama program tersebut,” ungkap Ramses Sitorus di Babul Makmur, Rabu (4/2/2026).
Ketum Antartika menegaskan bahwa program MBG pada dasarnya memiliki tujuan mulia dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya diperlukan pengawasan ketat agar setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan, benar-benar sesuai dengan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan yang sama, Ramses turut menyatakan dukungannya terhadap langkah BGN yang berkomitmen menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyalahi prosedur operasional.
“Penindakan tegas kepada SPPG yang menyalahi prosedur ini sangat penting, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap program MBG tetap terjaga,” tambahnya.
Ramses menilai bahwa sanksi terhadap SPPG yang lalai harus dilakukan secara transparan dan adil. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Ketum Antartika berharap, dengan adanya evaluasi menyeluruh dan penindakan tegas terhadap pihak yang melanggar, pelaksanaan program MBG ke depan dapat berjalan lebih baik, aman, dan tepat sasaran. Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mengawal program strategis tersebut.
Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, Antartika optimistis program MBG tetap dapat dilanjutkan dan disempurnakan. Sinergi antara pemerintah, pelaksana di lapangan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar tujuan peningkatan gizi nasional dapat tercapai tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengaku prihatin dan meminta maaf setelah makin banyaknya kejadian keracunan massal di beberapa wilayah akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Dadan Hindayana meminta maaf atas kejadian tersebut dan pihaknya akan terus mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
“Pertama saya sebagai Kepala BGN minta maaf kepada penerima manfaat dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami kejadian yang tidak mengenakan, dan kami sudah melakukan investigasi serta analisis untuk beberapa SPPG yang mengalami kejadian tersebut,” kata Dadan saat ditemui wartawan setelah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Senin (2/2/2026).
Sebagai bagian dari evaluasi program MBG, pihaknya juga akan memberikan lampu kuning kepada SPPG yang meyalahi prosedur, sehingga penerima program MBG mengalami kejadian seperti keracunan.
“Kami melihat ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat,” lanjut Dadan.
Tak hanya itu saja, pihaknya juga akan memberhentikan sementara kepada SPPG yang kedapatan menyalahi aturan atau prosedur yang ada.
“Kemudian kita akan evaluasi dan mungkin akan disetop untuk sementara bagi SPPG yang mendapatkan kartu kuning dari kami,” ujarnya. Agus