Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, SM., MM., MH., menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang telah menyiapkan langkah strategis skema pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan 2026. Skema tersebut dinilai adaptif terhadap kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“Kebijakan ini menunjukkan kepekaan BGN dalam memastikan program MBG tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan nilai-nilai keagamaan yang dijalankan masyarakat selama Ramadhan,” jelas Ramses Sitorus di Bogor, Selasa (10/2/2026).
Penyesuaian mekanisme distribusi dianggap sebagai bentuk komitmen negara dalam menjaga kualitas pelayanan gizi bagi seluruh penerima manfaat.
Dalam skema pertama, BGN mengatur bahwa bagi anak sekolah yang berada di wilayah dengan mayoritas penduduk menjalankan ibadah puasa, makanan MBG akan diberikan dalam bentuk makanan tahan lama. Makanan tersebut dapat dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
“Kebijakan ini sangat tepat karena tidak mengganggu pelaksanaan ibadah puasa, sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang memadai. Selain itu, makanan tahan lama dinilai lebih praktis dan aman untuk dikonsumsi sesuai kebutuhan masing-masing keluarga. ,” tambahnya
Skema kedua diberlakukan bagi anak sekolah yang berada di wilayah dengan mayoritas penduduk tidak berpuasa. Dalam wilayah ini, pembagian MBG tetap dapat dilakukan sebagaimana mekanisme normal, dengan penyesuaian yang tetap memperhatikan kondisi sosial dan kearifan lokal setempat.
Menurut Ketum Antartika Group, fleksibilitas kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan inklusif BGN dalam menjalankan program nasional. Perbedaan kondisi sosial tidak dijadikan hambatan, melainkan dasar dalam menyusun kebijakan yang adil dan tepat sasaran.
Skema ketiga secara khusus mengatur pelayanan MBG bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita. Kelompok ini tetap menjadi prioritas utama karena memiliki kebutuhan gizi khusus yang tidak dapat ditunda meskipun berada dalam suasana bulan Ramadhan.
Ketum Antartika Group menegaskan bahwa perhatian terhadap kelompok rentan merupakan indikator keberhasilan program MBG. Dengan pemenuhan gizi yang konsisten, diharapkan risiko stunting dan masalah kesehatan lainnya dapat terus ditekan.
Selain itu, BGN juga menetapkan mekanisme khusus bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di lingkungan pondok pesantren. Dalam skema ini, terdapat pergeseran waktu distribusi MBG menjadi sore hari agar selaras dengan aktivitas santri dan waktu berbuka puasa.
Ketum Antartika Group berharap skema yang telah disiapkan BGN ini dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan. Ia menegaskan komitmen Antartika Group untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan BGN dalam menyukseskan program MBG, khususnya selama bulan Ramadhan, demi menjaga kualitas gizi dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Agus