Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Group Antartika, Ramses Sitorus menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap diberikan sesuai dengan jumlah hari kehadiran siswa di sekolah.
Menurut Ramses, pernyataan Prof. Dadan tersebut dinilai memberikan kejelasan di tengah berbagai wacana efisiensi anggaran yang berkembang belakangan ini.
Sebelumnya, muncul usulan untuk mengurangi frekuensi pemberian makanan dalam program MBG menjadi lima hari dalam sepekan. Usulan ini disebut-sebut berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.
Meski demikian, kebijakan tersebut menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan pemerhati pendidikan.
“Langkah Kepala BGN, Prof. Dadan Hindayana dalam menegaskan pemberian MBG berdasarkan kehadiran siswa merupakan bentuk komitmen terhadap keberlangsungan program dan kepastian bagi para penerima manfaat,” ungkap Ramses Sitorus, Sabtu (28/3/2026).
Dirinya menekankan bahwa kejelasan kebijakan sangat penting agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan, khususnya bagi pihak sekolah dan orang tua siswa.
Menurut Ramses, pernyataan Prof. Dadan tersebut memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama bagi siswa yang bergantung pada program MBG sebagai salah satu sumber asupan gizi harian.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program ini harus menjadi prioritas, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.
“Kami mengingatkan agar pihak-pihak tertentu tidak memelintir informasi terkait program MBG. Ia menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan keresahan di masyarakat serta mengganggu kepercayaan publik terhadap program pemerintah,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan pengamat kebijakan, untuk menyampaikan informasi secara proporsional dan berdasarkan fakta. Transparansi dan komunikasi yang baik, menurutnya, merupakan kunci dalam menjaga keberhasilan implementasi program nasional seperti MBG.
Di sisi lain, pemerintah diharapkan tetap mempertimbangkan aspek efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas dan jangkauan program. Ketum Antartika menegaskan bahwa sinergi antara efisiensi dan kebermanfaatan harus berjalan seimbang agar program MBG dapat terus memberikan dampak positif bagi generasi muda Indonesia. Agus