Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang menegaskan bahwa kualitas gizi memiliki pengaruh besar terhadap performa pemain sepak bola Indonesia. Menurut Ramses, pernyataan tersebut sangat relevan dengan kondisi olahraga nasional yang membutuhkan perhatian serius terhadap aspek kesehatan dan nutrisi para atlet.
Ramses menjelaskan bahwa kemampuan pemain sepak bola untuk bertanding selama 90 menit penuh tidak hanya ditentukan oleh teknik dan strategi permainan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik yang terbentuk sejak masa pertumbuhan.
“Pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini menjadi faktor penting dalam membangun stamina, daya tahan tubuh, serta kekuatan otot para pemain,” ungkap Ramses Sitorus dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, selama ini salah satu persoalan yang kerap terlihat dalam pertandingan adalah menurunnya performa fisik pemain Indonesia di menit-menit akhir pertandingan. Hal tersebut, kata Ramses, bisa jadi disebabkan oleh kurang optimalnya pemenuhan gizi dalam jangka panjang yang berdampak pada kondisi kebugaran pemain di lapangan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan prestasi olahraga tidak bisa dilepaskan dari kebijakan nasional terkait pemenuhan gizi masyarakat. Program-program peningkatan gizi yang dijalankan pemerintah, termasuk oleh Badan Gizi Nasional, dinilai memiliki dampak strategis tidak hanya pada kesehatan masyarakat tetapi juga terhadap kualitas sumber daya manusia, termasuk para atlet.
“Prof. Dadan yang menyoroti pentingnya gizi bagi performa atlet merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pembangunan olahraga yang berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Ramses, jika aspek gizi diperhatikan dengan baik sejak usia anak-anak, maka Indonesia berpeluang melahirkan atlet-atlet yang memiliki fisik kuat dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi harus menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet, mulai dari tingkat sekolah, akademi sepak bola, hingga klub profesional. Dengan pola makan yang sehat dan seimbang, para pemain dapat menjaga kondisi fisik yang stabil sehingga mampu bermain secara maksimal sepanjang pertandingan.
Ramses berharap ke depan sinergi antara pemerintah, lembaga olahraga, serta berbagai pihak terkait dapat semakin diperkuat dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Ia meyakini bahwa dengan perhatian serius terhadap nutrisi dan kesehatan, pemain sepak bola Indonesia dapat memiliki stamina yang lebih baik dan mampu menunjukkan performa optimal selama 90 menit pertandingan di lapangan. Agus