Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatur ulang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) virtual bersama Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (28/3/2026). Program MBG kini difokuskan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi.
“Pemberian MBG untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis, memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” kata Prof. Dadan dalam keterangan resminya, Minggu (29/3/2026).
Ramses Sitorus menilai bahwa kebijakan ini merupakan pendekatan yang tepat dan berbasis kebutuhan. Ia menegaskan bahwa anak-anak di wilayah rawan stunting memerlukan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan gizi harian yang berkelanjutan.
“Dengan pola distribusi yang lebih intensif, peluang untuk memperbaiki kondisi gizi anak-anak di daerah 3T menjadi lebih besar,” jelas Ramses Sitorus, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci utama dalam upaya menekan angka stunting. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan makanan, tetapi memastikan bahwa asupan gizi tersebut diterima secara rutin dan terukur. Hal ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kami berharap kebijakan ini dapat menjangkau lebih banyak anak yang selama ini berada dalam kondisi rentan kekurangan gizi,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya pemerataan program agar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan menyasar seluruh daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa langkah yang diambil oleh BGN mencerminkan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan gizi nasional secara serius. Program MBG yang diperkuat dengan skema baru ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam jangka panjang.
Dengan adanya kebijakan tersebut, diharapkan anak-anak di wilayah 3T dan daerah rawan stunting tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Upaya ini tidak hanya mendukung pertumbuhan fisik yang optimal, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting secara nasional. Agus