Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., mengapresiasi Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria yang menyerukan kepada para pendamping desa, kepala desa, perangkat desa, hingga seluruh warga desa untuk bersama-sama mengimplementasikan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
“Seruan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat desa terhadap pentingnya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan tertata,” ungkap Ramses Sitorus, Senin (9/2/2026).
Gerakan Indonesia ASRI yang dimulai dari lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) dinilai menjadi contoh nyata komitmen pemerintah.
Keteladanan dari institusi pemerintah pusat dianggap penting untuk mendorong implementasi gerakan tersebut hingga ke tingkat desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakatnya.
Ahmad Riza Patria dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar program seremonial. Ia mengajak seluruh elemen desa untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, keamanan wilayah, serta menciptakan ruang hidup yang sehat dan nyaman.
Ketum Antartika menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Kemendes PDT dalam menggerakkan partisipasi masyarakat desa. Ia menilai peran pendamping desa dan perangkat desa sangat strategis sebagai motor penggerak perubahan di tingkat akar rumput.
“Gerakan Indonesia ASRI sejalan dengan visi Presiden dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Lingkungan desa yang aman, sehat, bersih, dan indah diyakini akan mendorong produktivitas serta kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Ia juga berharap gerakan ini dapat diintegrasikan dengan berbagai program pembangunan desa yang telah berjalan, seperti pengelolaan sampah, sanitasi, penataan ruang desa, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.
Menurut Ketum Antartika, keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan pengawasan di lapangan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat desa perlu terus diperkuat.
Ketum Antartika optimistis, dengan dimulainya Gerakan Indonesia ASRI dari lingkungan Kemendes PDT sebagai contoh nyata, gerakan ini dapat menginspirasi desa-desa di seluruh Indonesia.
“Semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga desa akan menjadi kunci dalam mewujudkan desa yang aman, sehat, resik, dan indah sesuai dengan visi besar pemerintah,” pungkasnya. Agus