Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi kepada Ceo Danantara, Rosan Roeslani atas langkah cepat dan tegasnya dalam menangani permasalahan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) kepada pihak China.
Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan negara dan kepercayaan mitra internasional.
“Penyelesaian utang proyek strategis nasional ini merupakan isu krusial yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Langkah cepat yang diambil Rosan Roeslani dinilai mampu mencegah potensi risiko fiskal sekaligus menjaga reputasi Indonesia di mata investor global,” ungkap Ramses Sitorus, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa proyek Whoosh memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi transportasi, ekonomi, maupun hubungan bilateral Indonesia–China. Oleh karena itu, penyelesaian kewajiban finansial harus dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara mengenai penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta – Bandung. Menurutnya saat ini Danantara tengah melakukan negosiasi pada tahap akhir dengan pihak China.
“Kemarin laporan terakhir Rapat di Danantara masih finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh pak Rosan sebagai CEO Danantara,” kata Prasetyo, di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).
Ketum Antartika menilai keterbukaan pemerintah dalam menjelaskan penggunaan APBN kepada publik merupakan langkah positif.
“Transparansi ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara, khususnya dalam proyek-proyek besar berskala nasional,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dinilai berjalan cukup solid dalam menyelesaikan persoalan utang tersebut. Sinergi antara Kementerian terkait, BUMN, dan pihak asing dianggap menjadi kunci percepatan penyelesaian masalah.
Lebih lanjut, Ketum Antartika berharap pengalaman dari proyek Whoosh dapat menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah dalam mengelola proyek infrastruktur besar ke depan. Perencanaan yang matang, manajemen risiko, dan skema pembiayaan yang sehat dinilai harus menjadi prioritas utama.
“Keberhasilan menyelesaikan permasalahan utang ini akan memberikan sinyal positif bagi iklim investasi nasional. Investor akan melihat adanya kepastian hukum dan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan kewajiban finansialnya,” pungkasnya.
Dengan langkah cepat Rosan Roeslani dan penjelasan terbuka dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Ketum Antartika optimistis permasalahan utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung dapat diselesaikan secara tuntas dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta pembangunan nasional. Agus