Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian serius terhadap kasus meninggalnya seorang bocah Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Perhatian Presiden dinilai sebagai bentuk kepedulian negara terhadap isu kesehatan mental dan perlindungan anak.
Ramses mengatakan bahwa atensi langsung dari Presiden menunjukkan kepekaan dan tanggung jawab moral seorang kepala negara terhadap persoalan sosial yang menyentuh kelompok paling rentan, yakni anak-anak. Ia menilai, peristiwa tersebut harus menjadi alarm bagi semua pihak.
“Presiden Prabowo telah menunjukkan sikap empati dan kepedulian yang tinggi. Ini bukan sekadar kasus individu, tetapi persoalan bersama yang harus ditangani secara sistematis,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya kepada media, Kamis (5/2/2026).
Diketahui, Presiden Prabowo telah meminta para menteri terkait untuk segera melakukan langkah-langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Upaya tersebut mencakup evaluasi kebijakan, penguatan perlindungan anak, serta peningkatan perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan keluarga dan sekolah.
Ketum Antartika menilai langkah Presiden tersebut sangat tepat, mengingat kasus ini mencerminkan adanya persoalan yang lebih luas, seperti tekanan psikologis, lingkungan sosial, serta kurangnya pendampingan terhadap anak. Menurutnya, negara harus hadir secara aktif dalam mencegah tragedi serupa.
Ramses juga menekankan pentingnya peran Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah dalam membangun sistem deteksi dini terhadap masalah kesehatan mental anak. Sekolah dan keluarga, kata dia, harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan atau menyudutkan pihak tertentu atas kejadian tersebut. Pendekatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan dinilai jauh lebih penting demi menjaga psikologis keluarga korban dan lingkungan sekitar.
Ketum Antartika juga mendorong adanya edukasi yang lebih masif mengenai kesehatan mental anak, baik kepada orang tua, guru, maupun masyarakat luas. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah tindakan ekstrem pada anak-anak.
Menurut Ramses, perhatian Presiden Prabowo ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan perlindungan anak secara nasional. Ia berharap langkah yang diambil tidak berhenti pada wacana, tetapi diikuti dengan program nyata dan berkelanjutan.
Di akhir pernyataannya, Ahmad Fadli menegaskan bahwa Antartika mendukung penuh langkah Presiden Prabowo dalam menginstruksikan para menteri untuk bertindak cepat dan tepat.
“Tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depannya karena luput dari perhatian kita bersama,” pungkasnya. Agus