Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin atas komitmennya dalam memperkuat sinergi antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan insan pers. Langkah strategis ini dinilai krusial dalam menjaga kedaulatan informasi nasional serta mendukung stabilitas negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Pertemuan ini menjadi ruang dialog konstruktif untuk membahas peran pers sebagai mitra strategis negara, khususnya dalam menyampaikan informasi pertahanan secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik,” ungkap Ramses menanggapi pertemuan Ketua PWI Pusat dengan Menteri Pertahanan, Jumat (26/12/2025).
Rases menegaskan bahwa kedaulatan informasi merupakan bagian tak terpisahkan dari kedaulatan negara. Di era digital, arus informasi yang cepat dan masif berpotensi menimbulkan disinformasi jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, kolaborasi antara Kemhan dan insan pers dipandang sebagai langkah preventif untuk memperkuat ketahanan informasi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Menhan juga menyoroti keberhasilan program “Embedded Journalist” yang telah dilaksanakan di Papua. Program ini dinilai efektif memberikan pengalaman nyata dan pemahaman mendalam kepada wartawan mengenai situasi di lapangan, sehingga berita yang dihasilkan lebih akurat dan berimbang. Melalui berbagai inisiatif ini, Kemhan berharap pers dapat terus menjadi mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat dan menjaga persatuan bangsa.
Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah dan insan pers dalam menghadirkan informasi yang kredibel kepada publik. Oleh karena itu, Kemhan dan PWI sepakat bahwa kolaborasi erat sangat diperlukan untuk melawan disinformasi dan menyebarkan narasi positif, terutama dalam situasi krisis atau penanganan bencana.
Ramses menyambut baik pertemuan tersebut dan menyatakan insan pers untuk berperan aktif menjaga kualitas pemberitaan. Menurutnya, profesionalisme jurnalistik dan pemahaman yang memadai tentang isu pertahanan akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar serta mencegah berkembangnya narasi yang menyesatkan.
Ia menilai langkah-langkah strategis ini sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional. Sinergi yang kuat antara Kemhan dan insan pers tidak hanya mendukung kedaulatan informasi, tetapi juga memperkokoh persatuan bangsa melalui penyebaran informasi yang edukatif dan mencerahkan.
“Ke depan, kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dan diimplementasikan secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid, negara diyakini mampu menghadapi tantangan informasi sekaligus menjaga keutuhan dan keamanan nasional,” tutupnya. Agus