Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., mengapresiasi langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang terus bekerja merumuskan mekanisme program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi orang lanjut usia (lansia).
Menurut Ramses, inisiatif tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan program gizi nasional kepada kelompok rentan di luar anak sekolah.
“Perhatian terhadap pemenuhan gizi lansia masih belum optimal, padahal kelompok usia tersebut memiliki kebutuhan nutrisi yang sangat spesifik. Dengan adanya perumusan mekanisme MBG untuk lansia, pemerintah dinilai hadir secara lebih inklusif dalam menjamin kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ramses Sitorus kepada awak media, Senin (9/2/2026).
Ramses menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis untuk lansia direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Persiapan yang matang sejak dini dianggap penting agar pelaksanaan program dapat berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menurut Ramses, langkah BGN di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana patut diapresiasi karena tidak hanya fokus pada konsep, tetapi juga pada aspek teknis dan mekanisme penyaluran. Hal ini penting agar program MBG untuk lansia dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Ia memperkirakan setidaknya akan ada sekitar 100 ribu orang lansia yang menjadi penerima manfaat dari program makan bergizi gratis tersebut pada tahap awal pelaksanaan. Jumlah ini dinilai cukup signifikan sebagai langkah awal dalam memperluas cakupan perlindungan gizi bagi lansia.
“Program MBG untuk lansia diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, menjaga kesehatan, serta menekan risiko penyakit akibat kekurangan gizi yang kerap dialami kelompok usia lanjut. Asupan makanan bergizi dinilai sangat krusial untuk menjaga daya tahan tubuh lansia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ramses mendorong agar pemerintah daerah turut dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan program tersebut. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar pendataan, distribusi, dan pengawasan program dapat berjalan optimal.
Ia juga berharap program ini dapat dikembangkan secara bertahap dengan cakupan penerima yang lebih luas di masa mendatang. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, program MBG untuk lansia diharapkan mampu menjadi salah satu pilar kebijakan sosial di bidang kesehatan dan kesejahteraan.
Ramses menegaskan bahwa perumusan mekanisme yang dilakukan oleh Kepala BGN Dadan Hindayana merupakan fondasi penting bagi keberhasilan program. Ia optimistis, dengan perencanaan yang matang dan dukungan lintas sektor, program makan bergizi gratis untuk lansia akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pada 2026 dan seterusnya. Agus