Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika) Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) atas langkah strategis dalam mengatur penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026 yang secara khusus mengatur mekanisme distribusi MBG agar tetap berjalan efektif tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa.
Menurut Ketum Antartika, pengaturan teknis selama bulan suci sangat penting untuk memastikan manfaat program tetap dirasakan masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok rentan. Ia menilai BGN telah menunjukkan respons cepat dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.
“Ini langkah tepat agar program tetap berjalan, tetapi tetap menghormati nilai-nilai ibadah,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).
Dalam surat edaran tersebut, BGN menjelaskan bahwa penyaluran MBG selama Ramadhan dilakukan dengan penyesuaian waktu dan metode distribusi.
Makanan dibagikan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa atau dibawa pulang, sehingga tidak ada kegiatan makan bersama di siang hari seperti pada hari biasa. Skema ini dirancang agar tidak menimbulkan polemik maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
BGN juga secara tegas membantah isu yang beredar mengenai adanya pembagian MBG saat waktu sahur. Pihak BGN menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Penyaluran tetap mengacu pada jam operasional yang telah ditetapkan dan mempertimbangkan efisiensi serta keamanan distribusi.
Ketum Antartika menilai klarifikasi tersebut penting guna meredam spekulasi yang berkembang di media sosial. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mendukung penuh transparansi BGN dan berharap masyarakat dapat memahami substansi kebijakan ini secara utuh,” katanya.
Lebih lanjut, BGN menyampaikan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah, sekolah, serta mitra penyedia makanan terus diperkuat selama Ramadhan.
Pengawasan mutu dan standar gizi tetap menjadi prioritas utama agar kualitas MBG tidak mengalami penurunan meskipun terdapat penyesuaian jadwal.
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak dan kelompok rentan di berbagai daerah.
Dengan adanya pengaturan khusus selama Ramadhan 2026, diharapkan program ini tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat luas tanpa menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Agus