Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Danantara, Rosan Roeslani, atas langkah cepat dan strategis dalam mempercepat reformasi perizinan investasi di Indonesia.
Upaya tersebut dinilai sebagai terobosan penting untuk mengatasi hambatan birokrasi yang selama ini menghambat realisasi investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menurut Ketum Antartika, perizinan yang berbelit dan memakan waktu panjang kerap menjadi keluhan utama para investor. Kondisi ini tidak hanya menurunkan daya saing Indonesia di mata global, tetapi juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja.
Ia menilai langkah reformasi yang dilakukan Menteri Investasi dan Hilirisasi bersama Rosan Roeslani menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Penyederhanaan prosedur, percepatan proses perizinan, serta peningkatan transparansi dianggap sebagai kunci utama dalam menarik minat investor.
“Langkah ini sangat kami apresiasi karena menyentuh langsung akar persoalan yang selama ini dihadapi pelaku usaha, yaitu birokrasi yang lambat dan tidak efisien,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa percepatan reformasi perizinan juga akan memberikan kepastian hukum bagi investor. Kepastian tersebut dinilai penting agar pelaku usaha dapat merencanakan investasi jangka panjang tanpa kekhawatiran terhadap perubahan aturan atau kendala administratif.
Ketum Antartika juga menilai peran CEO Danantara, Rosan Roeslani, sangat strategis dalam menjembatani kepentingan pemerintah dan dunia usaha. Pengalaman dan pemahaman Rosan terhadap dinamika investasi global diyakini mampu mendorong implementasi kebijakan yang lebih efektif di lapangan.
“Reformasi perizinan tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diterapkan secara konsisten hingga ke tingkat daerah. Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan reformasi tersebut,” tambahnya.
Antartika juga mendorong adanya evaluasi dan pengawasan berkelanjutan terhadap sistem perizinan yang baru. Dengan demikian, potensi penyimpangan atau kembalinya praktik birokrasi yang tidak efisien dapat dicegah sejak dini.
Ke depan, Ketum Antartika optimistis bahwa percepatan reformasi perizinan yang dilakukan pemerintah akan berdampak positif terhadap peningkatan realisasi investasi, pertumbuhan industri, serta penguatan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Agus