Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, mendukung penuh Presiden Prabowo Subianto yang akan menindak tegas para pembalak liar di berbagai wilayah Indonesia khususnya di Sumatera. Menurut Ramses, langkah tegas tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian hutan serta melindungi masyarakat dari bahaya bencana alam banjir bandang dan longsor.
“Pembalakan liar dampaknya sangat serius, mulai dari kerusakan lingkungan, bencana alam seperti banjir dan longsor, hingga kerugian ekonomi negara,” ungkap Ramses Sitorus kepada Awak Media di Kantor Sekretariat Antartika, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (14/12/2025).
Dirinya mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang secara terbuka menyatakan perang terhadap aktivitas ilegal tersebut.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa proses penindakan terhadap para pelaku pembalakan liar sudah dimulai.
Ia memastikan aparat penegak hukum dan instansi terkait telah diperintahkan untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat dalam perusakan hutan.
Presiden juga menekankan bahwa penegakan hukum di sektor kehutanan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia. Menurutnya, hutan adalah aset strategis bangsa yang harus dijaga untuk generasi saat ini dan mendatang.
Ramses menilai langkah Presiden tersebut mencerminkan kepemimpinan yang berani dan berpihak pada kepentingan jangka panjang bangsa. Ia berharap penindakan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga menyasar aktor intelektual dan jaringan besar yang berada di balik praktik pembalakan liar.
“Selain penegakan hukum, pemerintah agar memperkuat pengawasan dan melibatkan masyarakat lokal dalam menjaga kawasan hutan. Sebab, dengan sinergitas Stackholder menjadi kunci keberhasilan dalam memberantas pembalakan liar secara berkelanjutan,” tutupnya.
Ramses menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap komitmen Presiden Prabowo yang telah memulai proses penindakan ini dapat berjalan konsisten dan memberikan efek jera, sehingga kerusakan hutan di Indonesia dapat ditekan secara signifikan. Agus