Jakarta, Antartika Media Indonesia – Memasuki H-5 arus mudik Lebaran 2026, volume kendaraan di jalur pantai utara (Pantura) wilayah Cirebon terus mengalami peningkatan signifikan. Jalur ini menjadi salah satu titik krusial pergerakan pemudik dari arah barat menuju wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Berdasarkan data dari Polres Kota Cirebon, total kendaraan yang melintas di jalur Pantura Kota Cirebon sejak H-7 hingga H-5 Lebaran tercatat mencapai sekitar 168 ribu unit. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring mendekati puncak arus mudik.
Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus meminta aparat keamanan untuk sigap dalam menghadapi lonjakan kendaraan yang melintas di jalur Pantura. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara kepolisian, dinas perhubungan, serta instansi terkait lainnya.
“Kepadatan lalu lintas terlihat mulai terjadi di sejumlah titik, menuntut kesiapsiagaan aparat dalam mengatur lalu lintas agar tetap lancar dan aman bagi para pemudik,” jelas Ramses Sitorus, Selasa (17/3/2026).
Menurut Ramses, pengamanan dan pengaturan lalu lintas harus dilakukan secara optimal guna mengantisipasi kemacetan panjang maupun potensi kecelakaan. Ia juga mendorong agar posko-posko pengamanan dapat berfungsi maksimal dalam memberikan pelayanan kepada pemudik.
Secara khusus, Ramses memberikan imbauan kepada pengendara roda dua yang jumlahnya cukup dominan di jalur Pantura.
“Para pengendara senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah,” ungkap Ramses.
Ia juga menekankan pentingnya beristirahat secara teratur selama perjalanan. Menurutnya, menjaga kebugaran tubuh sangat penting untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh.
“Dengan meningkatnya arus kendaraan menjelang Lebaran, Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan,” tutupnya. Agus