Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang menegaskan bahwa program layanan gizi tidak hanya difokuskan kepada anak sekolah. Menurutnya, perluasan sasaran program gizi hingga kelompok rentan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Ketum Antartika menilai kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemenuhan gizi nasional.
“Pemenuhan gizi yang optimal pada kelompok ini sangat menentukan kualitas generasi masa depan, sekaligus berperan penting dalam menekan angka stunting dan masalah kesehatan lainnya,” kata Ramses Sitorus di Bogor Barat, Jumat (26/12/2025).
Ramses menjelaskan bahwa fokus gizi yang terlalu sempit hanya pada anak usia sekolah berpotensi mengabaikan fase penting dalam siklus kehidupan. Padahal, masa kehamilan hingga usia balita merupakan periode krusial yang menentukan tumbuh kembang fisik dan kognitif anak di kemudian hari.
Dukungan terhadap kebijakan BGN tersebut juga didasari pada pentingnya pendekatan pencegahan. Ramses menilai bahwa investasi pada layanan gizi sejak dini akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia, serta mengurangi beban pembiayaan kesehatan di masa depan.
“Edukasi yang baik akan membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi ibu dan anak, sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih efektif,” tambahnya.
Ketum Antartika berharap dukungan kebijakan ini dapat segera diwujudkan dalam program konkret di lapangan. Dengan memperluas cakupan layanan gizi kepada kelompok rentan, ia optimistis Indonesia dapat mencetak generasi yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan. Agus