Jakarta, mediaantartika.id – Pada Tahun 2023 lalu adalah tahun kembalinya era kekuatan yakni era ingin menang sendiri dan mengalahkan orang lain, demikian kata Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Dubes Bunyan Saptomo pada “Refleksi Tahun 2023 dan Harapan Tahun 2024” di Aula Buya Hamka MUI, Jakarta (10/1/2024).

Hal menggembirakan pada 2023 lalu adalah adanya kesepakatan antara Saudi Arabia dan Iran. “Satu sebagai tokoh sunni dan satu oleh syiah dengan mediator China. Walaupu mediatornya bukan Muslim tapi kita harus berterima kasih untuk itu,” kata beliau.

Iran dan Saudi juga telah diterima bergabung dalam BRICS, yakni beberapa negara yang tergabung dalam organisasi untuk mengimbangi dominasi Barat. Brasil, Rusia, India, China, dan South Afrika.

“Hal ini menunjukkan adanya peran China, dan berkurangnya ketergantungan Saudi ke Amerika, dan semakin kendornya kepungan Amerika terhadap Iran,” imbuhnya.

Selama ini, ada banyak military base di sekitar Iran, dan saat ini telah berkurang.OKI dan BRICS memiliki kepentingan bersama untuk melawan global injustice.

Untuk mengantisipasi itu, Komisi HLNKI akan melanjutkan berbagai program melawan islamophobia, promosi Islam Wasathiyah, pelatihan diplomasi, FGD pembentukan perwakilan MUI di luar negeri, misi muhibah ke luar negeri (Maroko, Saudi Arabia, Mesir, Malaysia, Brunei, dan Kamboja).

“Jika kecenderungan dunia sekarang lebih radikal, di Indonesia lebih moderat, kita tunjukkan pada dunia bahwa kita Islam yang moderat dan dapat bekerjasama dengan berbagai negara di dunia,” lanjutnya.

Kata Dubes Bunyan, PBB telah menetapkan 0,7 % tiap negara dari Gross National Income. “Indonesia telah alokasikan 8 T tahun lalu. Masih kecil dibanding dengan Turki,” lanjutnya.

“Kita sangat senang jika civil society dapat bekerjasama dengan MUI dalam berbagai program untuk menciptakan perdamaian di dunia,” tutup Dubes Bunyan Saptomo.

(Andi Arief)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *