Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas langkah cepat dan responsif dalam menangani bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Salah satu langkah konkret yang mendapat perhatian khusus dari Kepala BGN adalah mengalihkan 341 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi dapur darurat untuk membantu para korban bencana bandang di Sumatera.
Menurut Ramses, kebijakan tersebut menunjukkan kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi pada kemanusiaan. Di tengah kondisi darurat akibat banjir bandang, BGN dinilai mampu menyesuaikan program dan sumber daya yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya dalam penyediaan makanan siap saji bagi para pengungsi.
“Pengalihan 341 SPPG menjadi dapur darurat adalah langkah nyata yang patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa BGN tidak hanya fokus pada program rutin, tetapi juga sigap hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan akibat bencana,” ujar Ramses dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1/2026).
Ramses juga menilai langkah tersebut sekaligus menepis isu ketidakpekaan yang sempat diarahkan kepada BGN terkait tetap dijalankannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa libur sekolah.
Ia menegaskan bahwa kebijakan menjalankan MBG tidak bertentangan dengan kepedulian sosial, justru dapat berjalan seiring dengan upaya penanganan bencana.
“Isu yang menyebut BGN tidak peka sangat tidak berdasar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana, BGN mampu mengombinasikan keberlanjutan program strategis nasional dengan respons cepat terhadap situasi darurat,” jelas Ramses.
Lebih lanjut, Ramses menyebut program MBG memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Menurutnya, pelaksanaan program tersebut, meskipun di masa libur sekolah, tetap penting agar rantai pemenuhan gizi tidak terputus, terutama bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Di sisi lain, pemanfaatan SPPG sebagai dapur darurat dinilai sebagai bentuk efisiensi dan optimalisasi fasilitas negara. Ramses menilai langkah ini mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik, karena infrastruktur yang ada dapat langsung digunakan untuk kepentingan kemanusiaan tanpa harus membangun sistem baru dari awal.
Ramses juga mengajak seluruh pihak untuk melihat kebijakan pemerintah secara objektif dan tidak terburu-buru membangun opini negatif. Ia menekankan bahwa dalam situasi krisis, sinergi dan dukungan publik sangat dibutuhkan agar upaya penanganan bencana dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Menutup pernyataannya, Ramses Sitorus berharap langkah BGN ini dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam menghadapi kondisi darurat.
“Kepedulian, kecepatan, dan keberanian mengambil keputusan seperti yang ditunjukkan Kepala BGN patut didukung. Ini adalah bukti bahwa negara hadir, baik dalam program pembangunan maupun saat rakyat tertimpa musibah,” pungkasnya. Agus